Puisi Kim Al Ghazali AM - Api Kata

(Gambar: Internet)
 
 

Musabab Puisi Tercipta

 

/1/

tak ada keajaiban di telunjukku

hingga langit terbelah membentang jalan

bila tangan lesu mengaduk isi ransel

sejenak aku pergi istirah ke tempat

yang sunyi, di sana kucipta puisi

sebagai jalan lain sembahyang ruhani


/2/

tak ada sayap di punggungku

sebagai nabi mikraj melintasi

batas burung burung terbang


juga tanpa tameng di tanganku

sebagai sahabat kahfi sembunyi

dari tahun tahun ancaman


hanya setetes embun dari

lekuk huruf dalam samudera

kalammu yang kupunya

dalam sunya semesta aku olah

menjadi bunyi yang sunyi

 

/3/

tak ada apa apa selain kata

kata satu satunya

bekal manusia pertama turun

ke dunia

 

kata adalah makhluk surga.

 

 

Himne bagi Leluhur

 

"dari tulang tulang berserakan

leluhurku membangun peradaban

dengan keberanian dan ilmu warisan

turun temurun mereka babat hutan"


orang laut, o, orang laut

bertapa di bawah angin

semedi di pucuk ombak

bila malam menghantam

diikatkan perahunya ke

karang, tafakkur di sunyi

gersang tanah moyang


titah tuhan, titah tuhan

tersurat dalam kalam

perjuangan diteruskan


orang laut, o, orang laut

berumah di tanah gersang

mengembara ke selatan

samapi wana buangan

kawin mawin lanjutan

keturunan, demi terjaganya

agama tuhan

--satu satunya tuhan


kitab dipiwulang, syariat

dan hakikat diperdalam

tintanya getah aren dan kenari

dituolis dari kedalaman sanubari

syair dan puja puji

dzikir dan lantunan ilahi


orang laut, o, orang laut

dengan keberanian

keris di tangan, tauhid di hati

kerja sehari hari, thariqat

pembebasan diri

 

di hutan membangun kehidupan

rumah rumbia atau panggung

di atas trembesi, macan dan ular

jinak karena perintah hati

 

padepokan didirikan

sullam safina kalam pembukaan

surau sederhana penjaga yang lima

tetangga berdatangan

jadi kampung satu ikatan

 

orang hutan, o, orang pedalaman

baca qulhu penangkal setan

jin dedemit suka gentanyangan

ingat manusia diciptakan

satu tungkat lebih sempurna

 

kezaliman dan dosa

membuat kita jadi hina

 dengan tasbih benteng diri

setan parahyangan tunggang lari

dengan istighfar membekal diri

noda dan dosa jadi terkendali


orang seberang, o, bujuk

yang bertandang

dengan doa songai rajeh

(doa tak tertulis)

tak boleh dibaca sembarang


bujuk jemong kuburannya

jadi perdebatan. bujuk semen

berbaring tenang

dengan nisan tanpa nama kenang

dan nyai arsidhi habiskan

umur untuk mengarang

--sebagai pohon ketapang

yang menjulang siang malam


leluhur, o, leluhur

di hening hutan buangan

menitiskan darah keturunan*



*) Musabab Puisi Tercipta dan Himne bagi Leluhur diambil dari buku kumpulan puisi yang berjudul, Api Kata (Basabasi, 2017)

 

        Kim Al Ghozali AM, lahir di Probolinggo, 12 Desember 1991. Masa kecilnya dihabiskan di daerah pegunungan Probolinggo, lalu pindah ke kota Probolinggo di kala remaja. Saat usia remaja akhir ia pindah ke Denpasar, dan memulai proses kreatifnya di sana, bersentuhan dengan para sastrawan di Bali. Ia juga sempat tinggal di Jakarta, kemudian memilih menetap di Surabaya sampai sekarang. Baginya, latar kota-kota yang pernah ia tempati ini punya pengaruh kuat terhadap prosesnya berpuisi. Buku kumpulan puisi terbarunya Rock Alternatif di Telinga Kirimu.

Posting Komentar

0 Komentar