SEBUAH KISAH: Aku Kembalikan Lukamu Padamu

 

Di halaman rumah, aku menengadahkan kedua tangan. Menangkap aliran hujan yang jatuh dari atap rumah. Tetiba aku mempertanyakan perkara hujan yang turun malam ini. Apakah ada sebab lain, selain rezeki dari Tuhan?

Aku mulai asyik memainkan air hujan yang membasahi kedua telapak tangan. Membuatku kembali membayangkan kenganan masa kecil saat hujan tiba. Tapi perkara hujan kali ini, aku meyakini adalah pertanda darimu.

"Apakah kamu sedang bersedih?"

Aku tak dapat menangkap bayangmu di langit malam. Hanya guyuran air hujan yang tampak semakin deras dan deras di telapak tangan. Dari telapak tangan, aku merasakan pertanda itu.

Dengan enyah, aku beranjak ke dalam rumah. Melewati ruang hampa; aku sampai di kamar tidur yang pernah kamu singgahi beberapa hari yang lalu. Barulah aku mendapati bayangmu tengah duduk selonjoran di tempat tidurku yang berantakan dengan buku-buku yang tak sempat ditamati isinya.

 "Aku jadi merasa, hujan malam ini bukan ramalan sedihmu."

Aku melangkah menuju bayangmu, seolah kamu hendak berdiri dan menyambut dekapanku. Aku tersenyum ragu-ragu. Kemudian dengan payah merebahkan tubuh di tempat tidur. Aku mencium aromamu, lambat disadari itu menyerbak dari buku yang kemarin sudah kamu kembalikan padaku.

Benar nian, Bi, tak ada yang tahu laju waktu. Demikian halnya aku katakan padanya untuk yang terakhir kali waktu itu. "Sudah berakhir tugasku menjagamu. Tugas selanjutnya menjelma Tristan yang mendoakan keselamatan ratu Isolde".

Lamat-lamat aku mulai tertidur dengan sendirinya. Dan di dalam lelapku, aku mendengar suaranya.

"Telah aku kembalikan lukamu.."

Suaranya menggema dan membangunkan kesadaranku. Suara itu seperti panggilan telepon yang dia terima dariku sesaat sebelum hujan turun berkali-kali sampai kini. Aku terperanjat dan ku lihat lewat jendela kamar, hujan telah reda. Reda, sereda-redanya. Dan aku tak dapat melanjutkan tidurku saat ini.


Kalibuntu, 18 Maret 2024*

      *) Emroni Sianturi, kelahiran Probolinggo, Jawa Timur. Penulis bisa diajak collab melalui instagramnya @emroni_sianturi

Posting Komentar

0 Komentar