Seorang anak kecil
Duduk menggantung angan
Mengkhayal yang bukan-bukan
Di antara bangku dan kursi
Apabila ingin menjadi
Maka aku harus menjadi
Apabila ingin jadi guru
Maka harus jadi murid lebih dulu
Apabila ingin jadi presiden
Maka aku harus apa?
Ia tak tahu...
Ia hanya anak kecil
Tahunya hanya bermain
Main sepak bola, volli, basket
Tapi tak sungguh-sungguh mendalami
Hanya bisa main saja
Impian tak menyesuaikan keadaan
Dipegang erat-erat bolpoinnya
Digambarnya wajah beserta tubuhnya
Pada kertas kusam
yang ditemukan di bawah bangku
Ia hisai pakaian rapi dan pakai peci
Ke depan ia menatap tajam
Dua gambar poster berdampingan dengan garuda
Satu gambar, ia tunjuk dengan berdiri :
Kelak, aku akan menggantikanmu, tuan
Hari ini aku akan berlari
Berlari tanpa henti
Mengejarmu tanpa peduli nyeri di hati
Seperti kata bapak di waktu sebelumnya,
“bermimpilah setinggi langit
jika engkau jatuh
engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”
Seorang anak kecil
Berbadan kecil
Dari orang kecil
Tetapi impiannya
Tak boleh hanya secuil
Kelak, aku ingin berwajah presiden.
Kalibuntu, 24 februari 2018
Catatan:
- Penulis Emroni Sianturi
- Telah dimuat di Majalah Anak di Yogyakarta dan di buku novel karya Wahyudi Bahtiar yang berjudul Mungkin
- Ilustrasi gambar: Pixabay

0 Komentar