Setelah Sebagian Kuntum Bunga Patah
Di pagi itu
Tak ada lagi ranting berbunga matahari
Tempat kabar baik menjadi awan biru
Malam hari
Tak ada lagi pohon berbuah rembulan
Tempat tubuhmu bermandikan cahayanya yang perak
Setelah sebagian kuntum bunga patah
Tak ada lagi cerita yang berbicara
Kepadaku dan semesta
Kisah yang ditulis di ruas jalan
Remuk dilindas harapan
Aku lusuh dibantai hujan
Tempat teduhku rubuh
Dihantam badai berulang
Riau, 2021
Kisah di Halaman yang Sama
Matahari bersembunyi di balik awan
Sinarnya yang burai
Menjahit daun-daun yang sobek
Oleh angin yang gusar
Hari-hari adalah kesepian
Bagi orang yang sendirian
Ia menjadikan sunyi adalah nyanyian
Untuk mengecilkan rindunya yang semakin dewasa
Di halaman mata
Rerumputan adalah kawan berbincang
Bepergian bersama angin
Bunga-bunga adalah mimpi yang kuncup di kepala
Setelah berulang kali hari-hari tak menjadikan apa-apa
Pada kesendirian
Musim basah telah datang
Kisah orang-orang berpindah halaman
Sedangkan kita tetap mengeja
Pada halaman sama
Sambil menerka dan menanak rencana
Pada hal-hal yang masih terjeda koma
Riau, 2021
Catatan
1. Dua Puisi tersebut telah dimuat di media daring Magrib.id pada 16 November 2021Riska Widiana, berasal dari Riau, kelahiran 1997. Beberapa karyanya termuat di media cetak dan online, serta beberapa antologi bersama. Bergabung di komunitas menulis Kelas Puisi Alit (Kepul), Sastra Indonesia, Diskusi Sahabat Inspirasi (DSI) dan Penyair Berkarya (PB).

0 Komentar