NYELETUK: Vidi dan Perjuangannya Berbagi Kebaikan


Siapa yang menyangka bahwa salah seorang penyanyi yang mulai akrab dengan guyonan sebagai pelawak dalam podcast Pod Hub Close The Door itu dikabarkan telah tutup usia pada 7 Maret 2026.

Oxavia Aldiano, juga dikenal sebagai Vidi (29 Maret 1990 – 7 Maret 2026) adalah seorang penyanyi-penulis lagu berkebangsaan Indonesia. Vidi memulai kariernya di industri musik pada 2008 dengan merilis album Pelangi di Malam Hari. Lagu "Nuansa Bening" dan "Status Palsu" dari album tersebut laris di pasaran dan membawanya dikenal publik secara luas(1).

Sama seperti kabar yang mengejutkan jagat media masa, kabar mengenai sakit yang diderita pelantun yang hit dengan Nuansa Bening itu juga mengejutkan dunia hiburan ketika Pada akhir tahun 2019, Vidi memberi kabar bahwa ia divonis mengidap penyakit kanker ginjal stadium 3.

Seberbahaya apa kanker yang mengidap Vidi selama 7 tahun terakhir itu?

Kanker ginjal memang sangat berbahaya karena sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal (asimtomatik) dan baru terdeteksi setelah stadium lanjut, sehingga meningkatkan risiko kematian. Penyakit ini dapat menyebar (metastasis) ke organ terdekat, paru-paru, atau tulang, serta memicu gagal ginjal(2).

Vidi telah melakukan operasi pengangkatan ginjal sebelumnya pada 13 Maret Desember 2019 di rumah sakit Moint Elizabet, Singapura. Bahkan terakhir menjalani detoksifikasi tubuh di Koh Samui, Thailand pada 2024 yang menyebabkan berat badannya mengalami penurunan hingga 6-7 kg karena hanya boleh mengonsumsi cairan.

Di sini saya tidak hanya memberi kabar perihal perjuangannya dalam melawan kanker ginjal stadium 3 yang dideritanya. Tapi, tahukah kalian bahwa Vidi Aldiano adalah Duta HIV/AIDS pada tahun 2014 hingga 2016. Ia berkampanye lewat singelnya "Membiasakan Cinta" yang dirilis pada Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember 2014. Ia pun melakukan berbagai macam sosialisasi kepada anak muda Indonesia mulai dari sosial media hingga kunjungan-kunjungan ke berbagai instansi pendidikan.

Selain Duta HIV/AIDS, ia juga melakukan kampanye #TetapHidup di media sosial pada 2014, ia mengajak penggemar untuk menyumbangkan Rp100 untuk setiap klik teaser singel "Membiasakan Cinta" yang diunggah di YouTube serta Rp1000 dari satu kali pemutaran lagu di 112 radio terpilih. Terkumpul dana sebanyak lima juta ditambah sumbangan pribadi Vidi menjadi total Rp15.090.800 yang disumbangkan kepada Yayasan AIDS Indonesia.

Di tahun yang sama, untuk memperingati hari HIV/AIDS sedunia, London School of Public Relations bersama Vidi menyelenggarakan “Youphoria, You Fill the Euphoria” dengan senam Zumba sembari mendonasikan sebagian dana hasil penjualan tiket seharga Rp15 ribu kepada penderita HIV/AIDS.

Vidi adalah salah satu bentuk perjuangan yang berbagi kebaikan pada sesama. Dan Vidi Aldiano juga dikenal luas sebagai figur publik yang sangat baik, ramah, dan tulus, bahkan dijuluki "Duta Persahabatan" karena kehangatannya. Ia tetap positif, ceria, dan aktif berkarya meski berjuang melawan kanker selama 7 tahun(3).

Kraksaan, 8 Maret 2026(*)

Catatan lain :
1. sumber tulisan Wikipedia 
2-3. sumber tulisan internet 

*)Penulis Emroni Sianturi. Buku terbarunya Sebuah Pilihan (2022)

Posting Komentar

0 Komentar